Inilah Rukun Puasa Ramadhan Yang Perlu Diketahui

Inilah Rukun Puasa Ramadhan Yang Perlu Diketahui

Bumitahfidz.co.idTerdapat sebagian orang yang terbiasa muntah ketika naik kendaraan, baik kendaraan pribadi lebih-lebih kendaraan umum. Dan, hal ini dia alami juga pada saat melaksanakan puasa. Ketika dia naik kendaraan untuk kepentingan dan keperluan tertentu saat berpuasa, dia akan muntah. Dalam keadaan demikian, apakah puasanya batal?

Dalam kitab Taqrib disebutkan bahwa ada empat hal yang menjadi rukun atau fardhu puasa, yaitu melakukan niat di waktu malam, menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari jima’, dan menahan diri dari sengaja muntah. Jika empat rukun atau fardhu ini terpenuhi, maka puasa dinilai sah. (Baca: Doa Naik Kendaraan)

Syaikh Abu Syuja’ berkata dalam kitab Taqrib sebagai berikut;

وفرائض الصوم أربعة أشياء النية والإمساك عن الأكل والشرب والجماع وتعمد القيئ

Fardhu (rukun) puasa itu ada empat hal; niat, menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari jima’, dan menahan diri dari sengaja muntah.

Mengenai seseorang yang terbiasa muntah ketika naik kendaraan, maka dia dianggap tidak sengaja untuk muntah. Meski dia tahu bahwa akan muntah jika naik kendaraan saat berpuasa, dia tetap tidak dinilai sengaja untuk muntah karena muntah tersebut terjadi bukan pilihan dirinya.

Oleh karena itu, jika dia naik kendaraan saat berpuasa dan kemudian muntah, maka puasanya tidak batal, dan dia tidak perlu mengganti puasanya setelah bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana  hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ ، وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ

Barangsiapa terdorong untuk muntah, maka tidak ada qadha baginya, dan barangsiapa yang sengaja muntah, maka hendaknya mengqadha.

Menurut Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni, maksud terdorong muntah adalah muntah bukan disebabkan pilihan dan keinginan dirinya sendiri, akan tetapi karena terpaksa muntah. Beliau berkata sebagai berikut;

وذرعه اي خرج من غير اختيار منه

Terdorong muntah maksudnya adalah muntah tersebut keluar bukan pilihan dari dirinya sendiri.

Dengan demikian, orang yang terbiasa muntah ketika naik kendaraan, kemudian saat berpuasa naik kendaraan dan muntah, maka puasanya tetap sah, tidak batal. Hal ini karena muntah tersebut keluar bukan pilihan dari dirinya, melainkan keluar dengan terpaksa dan tanpa disengaja. (lie)